Beberapa Fakta Menarik di Toyota Calya dan Daihatsu Sigra

Berikut ini ada beberapa fakta menarik perihal Toyota Cayla dan Daihatsu Sigra, antara lain:

Berbagi Platform Antar Dua Merek
Sama seperti tiga produk kembar sebelumnya, Calya-Sigra dibangun sesuai satu basis. PT Astra Daihatsu Motor, Pabrik Perakitan Karawang, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, yang membutuhkan kapasitas produksi 200.000 unit per tahun.

Di antara produk LCGC lainnya, hanya dua merek ini (Toyota-Daihatsu) yang berkabel untuk menghasilkan produk di bawah satu atap. Dengan merakit di bawah satu fasilitas, investasi yang perlu dibenamkan malah dapat direduksi. Tidak cuma itu, jumlah penyuplai untuk suku cadang dan material juga dapat dihasilkan. Sekiranya ini berimbas untuk harga jual produknya yang alhasil betul-betul kompetitif, harga daihatsu sigra diawali dari Rp 106,6 juta (Sigra variasi DM / T OTR Jakarta).

Dari Indonesia
Datsun GO-series, yaitu produk global yang dimaksimalkan pertama kali oleh Nissan Motor Corporation untuk diedarkan oleh Datsun di India dan kedua tersedia di Indonesia. Honda Brio juga menyediakan produk global yang baru baru-baru ini diperlukan di Indonesia dan versi yang sudah dibuat LCGC-nya dengan mesin 1.2-liter dan harga yang kompetitif. Suzuki Karimun Wagon R, memang merupakan produk lama yang disegarkan, lalu direbranding sebagai contoh LCGC.

Taktik berbeda dipakai oleh Toyota dan Daihatsu yang menganggap Indonesia sebagai negara betul-betul penting. Maka pengembangan A-Concept sampai UFC malah dilaksanakan oleh regu dari Indonesia. Malah membahas contoh-contoh produksinya, Agya-Ayla, dan Calya-Sigra juga dilaksanakan di Indonesia untuk pertama kali dilakukan sebagai persetujuan yang dijanjikan perusahaan di Tanah Air.

Dimensi Berbeda dengan LCGC lainnya
Calya-Sigra mempunyai dimensi terbesar. Lantaran tidak ada aturan yang mengontrol dimensi, karenanya pihak produsen meracik kedua kendaraan beroda empat ini dengan dimensi sebesar mungkin untuk memungkinkan bermacam-macam hal dapat dikenalkan. Misalkan saja akomodasi dan kepraktisan.

Berdiri di atas basis yang sama, LCGC ini mempunyai panjang paling melar di antara LCGC lainnya ialah 4.070 mm. Malah dengan Datsun GO+ Panca yang yakni penggerak LCGC dengan tiga baris kursi, Calya-Sigra lebih panjang 75 mm. LMPV LCGC produksi Datsun hal yang demikian panjangnya cuma 3.995 mm.

Tidak cuma lebih panjang, tapi secara keseluruhan, komposisi Calya-Sigra juga lebih besar. Utamanya pada ketinggian mobilnya. Calya-Sigra lebih panjang 110 mm ketimbang Datsun GO+ Panca. Bahkan membikin ruang kabinnya lebih terjamin kelapangannya. Sekiranya ini cukup ironis, sebab wheelbase keduanya cuma terpaut 75 mm.

Akomodasi dan Kepraktisan
Berkat dimensi yang besar hal yang demikian, Calya-Sigra dapat menyematkan tiga deret kursi di dalam kabinnya. Malah mereka malah tidak perlu ketakutan bila orang dewasa yang mengambil posisi duduk di baris ketiga, sebab dimensi yang besar, menjamin ketiga baris kursi dapat diduduki orang dewasa secara normal.

Namun dibandingi dengan LCGC terbesar sebelumnya yang memberikan akomodasi 5+2 yang berarti 5 dewasa dan 2 buah hati-buah hati, berarti kapabilitas angkut penumpang Calya-Sigra menjadi salah satu keunggulan berkat kecakapannya untuk dimasukki oleh 7 penumpang dewasa sekalipun.

Malah bukan cuma dapat dinaiki 7 orang dewasa. Padahal dalam situasi 7 orang dewasa berada dalam kabin, masih tersisa ruang untuk menyimpan barang sebesar galon sekalipun. Alternatif data sah Daihatsu, energi angkut bagasi Sigra dalam situasi kursi ketiga berdiri, dapat mengangkut sampai 263 liter. Namun demikian itu kursi ketiga dilipat, ruang tercipta untuk mengangkut sampai 503 liter.

Sebelum Calya-Sigra, tidak ada LCGC dengan energi angkut penumpang dan akomodasi seperti ini. Tidak masyarakat Indonesia yang sebelumnya mewujudkan Avanza-Xenia kendaraan beroda empat berdaya angkut tinggi dan harga relatif murah dengan desain yang modern tentu dapat beralih.

Fitur
Calya dan Sigra merupakan kendaraan beroda empat yang masuk dalam kelas LCGC. Entah siapa yang mengawali, tapi kendaraan beroda empat LCGC sempat berada di masa dimana muncul persepsi bahwa fiturnya, terbatas. Padahal paradigma ini dibalik dengan gampang oleh Toyota-Daihatsu dengan menyematkan fitur-fitur yang pun tidak kerap kali ditemukan.

Salah satunya merupakan power outlet di kursi baris kedua. Tidak seluruh kendaraan beroda empat tipe MPV mempunyai soket untuk mengisi energi perangkat elektrik di posisi hal yang demikian. Jangankan LCGC, MPV pada lazimnya saja tidak memilikinya.

Memiliki merupakan sirkulator AC. Dua merek ini sukses memakai taktik unik untuk membikin kendaraan beroda empat mempunyai kapabilitas untuk menjaga temperatur sampai penumpang di kursi belakang. Dengan menempatkan metode fan yang berfungsi sebagai sirkulator, pabrikan tidak perlu menginstalasi jalanan pipa untuk mengalirkan udara dingin segera dari blower utama. Padahal dengan mengaktifkan rear circulator, karenanya temperatur adem di baris pertama, dapat disirkulasikan ulang ke kursi belakang dengan konsisten memberikan tiupan angin.

Sektor keamanan Calya-Sigra juga ikut serta dilihat oleh pabrikan. Calya-Sigra dilengkapi dengan Dual SRS-Airbag, seatbelt di seluruh baris kursi, dan side impact beam yang meningkatkan perlindungan kabin.

Dua Pilihan Mesin
Berbeda dengan LCGC dari pabrikan lainnya, Calya-Sigra, tepatnya Sigra, menjadi satu-satunya LCGC yang dipasarkan di Indonesia dengan dua alternatif mesin. Pendongkrak tenaganya merupakan unit 3-silinder 1.0-liter bertenaga 67 PS, dan 4-silinder 1.2-liter bertenaga 88 PS.

Mesin yang pertama yakni unit yang mirip dengan milik Agya-Ayla, bedanya telah dilengkapi dengan pembatasan katup variabel VVT-i. Namun dapur pacu yang kedua, 1.2-liter disematkan katup variabel di masing-masing sisi katup bagus itu intake ataupun exhaust (Dual-VVT-i).

Padahal transmisi Otomatis Transmisi otomatis pada LCGC? Tentu bukan hal aneh. Karimun Wagon R menyampaikan metode transmisi Automated Manual Transmission (AMT). Diwujudkan dengan Agya-Ayla, Honda Brio, seluruh telah menyampaikan alternatif transmisi ini.

Padahal pada kendaraan beroda empat dengan kapasitas 7 penumpang, cuma Calya-Sigra yang memilikinya. Transmisi otomatis dipasarkan cuma untuk mendampingi mesin 1.2-liter saja. Jadi Sigra bermesin 1.0-liter tak tersedia transmisi tanpa pedal kopling ini.

Terdiri dari 14 alternatif Varian
Padahal di atas lini produksi yang sama, Calya-Sigra diedarkan oleh Daihatsu dan Toyota dengan taktik yang cukup berbeda. Keduanya ditawarkan dengan konsep desain muka yang representatif pantas dengan karakter masing-masing.

Hanya ditawarkan untuk segmen yang sama, LCGC, tetapi sebaliknya mempromosikan pemasaran betul-betul berbeda. Daihatsu sebagai produsen menerima jumlah varian Sigra yang betul-betul banyak, 10 varian. Namun Calya cuma dipasarkan dalam 4 variasi. Strategi itu, sepenuhnya tetaplah produk Toyota dan Daihatsu. Umpamanya notabene memiliki jaringan layanan yang betul-betul luas. Sparepart antarelasi malah dapat disubtitusi. Maka memilih antara Calya-SIgra dapat diibaratkan tinggal dipilih di antara 14 varian itu saja, tanpa perlu memperhatikan label Toyota atau Daihatsu.

Taktik ini tidak ditemukan dalam pabrikan kongsi lainnya. Seumpama Ertiga dan VX-1. Ertiga yang dipasarkan Suzuki dapat betul-betul laku, sementara Mazda yang memasarkan VX-1 tidak menerima pasar yang segemuk Ertiga.

 

Baca juga: daihatsu jakarta

This entry was posted in Otomotif. Bookmark the permalink.