Pulau Seribu di Seberang Jakarta Yang Bisa Mendunia

Wisata Pulau Seribu – Tidak cuma itu, Kepulauan Seribu juga menyuguhkan bukti-bukti sejarah kolonialisme Belanda dan perjalanan Islam di Indonesia di sana. Semisal saja di Pulau Kelor, Pulau Cipir, Pulau Onrust, Pulau Bidadari, dan Pulau Edam.

Sebab itulah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus berencana mengoptimalkan potensi tamasya bahari di Kepulauan Seribu untuk menjadikannya sebagai destinasi tamasya dunia. Pada Jumat  dan Sabtu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengundang Special Envoys of Republic of Seychelles for ASEAN, Nico Barito, untuk berkeliling di Kepulauan Seribu.

Seychelles ialah negara di Afrika yang telah mendunia dengan tamasya pantainya. Nico diundang untuk bisa berbagi pesan berkaitan pengembangan Kepulauan Seribu supaya serupa dengan Seychelles. “Tantangannya merupakan bagaimana menciptakan Kepulauan Seribu sebagai destinasi dunia yang dapat menarik pelancong dengan keragaman yang ada. Namanya saja benar-benar eksotis, bikin orang penasaran, Thousand Island,” ujar Djarot, akhir minggu lalu.

Ia mengakui, untuk mengoptimalkan tamasya hal yang demikian perlu kemudahan transportasi bagi pelancong. Makanya, ke depan kalau memungkinkan, Pemprov akan melanjutkan pembangunan airport di Pulau Panjang, Kepulauan Seribu. “Pada 2018 Jakarta akan jadi tuan rumah Asian Games. Itu ada puluhan negara ke sini. Seandainya kita telah siapkan sebelum Asian Games, itu dapat jadi salah satu tujuan tamasya pilihan untuk para atlet,” ujar eks wali kota Blitar ini.

Nico mengakui Kepulauan Seribu akan lebih gampang mengikat para pelancong di semua dunia karena lokasinya berdekatan dengan Jakarta. Untuk itu, transportasi akan benar-benar diperlukan bagi para pelancong.

“Seluruh pantai merupakan pantai, destinasi Jakarta dengan bisnis dan tamasya akan menambah tujuan. Kepulauan Seribu lokasinya strategis. Artinya, menjemput bola lebih gampang sekiranya ada terminal yang mengaitkan dari Soekarno-Hatta ke sini,” kata Nico. –¬†https://archipelagotraveller.com/corporate-outing/

Kecuali itu, Djarot mengatakan, sejumlah gedung perkantoran di Kepulauan Seribu banyak yang tak terpakai. Pembangunan jasmaniah untuk gedung perkantoran juga ada yang masih dikerjakan, tapi terabaikan, seperti kantor Sudin Teknis Kepulauan Seribu di Pulau Karya.

Memperhatikan bangunan itu, Djarot merasa kecewa. Apalagi, ia mendengar gedung itu cuma diterapkan sepekan dua kali. Dia bahkan menginstruksikan supaya pembangunan jasmaniah tidak lagi dikerjakan. “Kepulauan Seribu tak boleh ada pembangunan jasmaniah seperti gedung perkantoran,” katanya.

Kecuali itu, di Pulau Karya juga terdapat gedung Kejaksaan Agung yang telah lama terabaikan. Ia menegaskan sikapnya soal gedung itu. “Apabila berkeinginan dilanjutkan, semestinya ada syaratnya. Gedung hal yang demikian semestinya benar-benar dimanfaatkan. Seandainya tak, lebih bagus diubah desainnya menjadi daerah penginapan,” kata Djarot memaparkan.

 

 

Kunjungi Juga : Outbound Puncak

This entry was posted in Travel. Bookmark the permalink.