‘Virtual Office’ Disambut Positif

'Virtual Office' Disambut Positif

virtual office jakarta murah – Ketua Awam Perhimpunan Pengusaha Jasa Kantor Bersama Indonesia (Perjakbi) Anggawira menyambut bagus kebijakan Direktorat Jenderal (Dirjen) Pajak atas dibiarkannya perusahaan pengguna virtual office menjadi Pengusaha Kena Pajak (PKP). Kebijakan ini yaitu suatu oasis bagi para startup maupun pengusaha di Indonesia demi kemajuan perekonomian.

“Kita akan terus mensupport pemerintah untuk melahirkan kebijakan yang bisa memudahkan para pengusaha. Dengan dikukuhkannya pengusaha pengguna virtual office menjadi Pengusaha Kena Pajak (PKP) akan melancarkan dalam berbisnisnya seperti menerima modal dan perizinan. Lebih dari para pengusaha menjadi turut serta dalam pembangunan nasional,” kata Anggawira ketika dijumpai media di Jakarta, Jumat (6/4/2018).

Dia kemudian mensupport terbitnya hukum virtual office ini lantas diketuk palu oleh Kementerian PerindustrianRepublik Indonesia. Kemudahan dalam berupaya akan benar-benar dinikmati oleh pengguna virtual office dengan dilegalkannya hukum itu.

Sementera itu dalam kans lain, Sekretaris Jenderal Perjakbi M Hadi Nainggolan mengevaluasi keputusan Dirjen Pajak perihal perusahaan pengguna virtual office dapat dikukuhkan sebagai PKP akan berakibat positif kepada pertumbuhan startup dan pengusaha di Indonesia.

“Ini akan memberi rangsang positif kepada dunia usaha. Pada kesempatan ini kita memberi apresiasi terhadap Dirjen Pajak atas kemudahan dan keputusan terkait hal ini. Karena akan meningkatkan jumlah startup di Indonesia nantinya,” kata Hadi.

Dia bahkan menceritakan pengguna virtual office ketika ini telah hampir menempuh 60.000 perusahaan. Jumlah perusahaan pengguna virtual office sebesar itu yaitu angka yang signifikan. Keputusan pengukuhan perusahaan pengguna virtual office menjadi PKP juga kemudian perlu disosialisasikan di segala jajaran Dirjen Pajak.

“Dirjen Pajak wajib mensosialisasikan keputusan ini ke segala jajarannya, termasuk segala Kantor Pramata Pajak (KPP). Berita ini wajib diterima secara merata supaya tak ada lagi simpang siur di tataran pelayanan pajak,” tutur Hadi yang juga Founder Graha Baru.

Sumber: http://servio.co.id/

This entry was posted in TEKNOLOGI. Bookmark the permalink.