Ambisi Tawan Menjadi ‘Iron Man” Untuk Menghidupi Keluarga

Gerinda Tangan – Belajarlah soal pengorbanan hidup pada Wayan Sumardana alias Tawan. Keterbatasan jasmani tidak menyurutkan motivasinya untuk menghidupi keluarga. Ketika lengan kirinya tidak dapat bergerak, ia tidak mengeluh, bahkan sibuk memutar otak untuk menormalkan kembali hidupnya.

Rumahnya berjarak sekitar 1,5 jam perjalanan dari Denpasar. Di bengkel simpel dan awut-awutan itu, ia menggantungkan hidupnya.

Tawan mempunyai istri Ni Nengah Sudiartini. Putra pertamanya berumur 11 tahun, buah hati keduanya berusia enam tahun dan si bungsu 4 tahun. Mereka tinggal di rumah simpel, tidak jauh dari bengkel las.

Ketika dijumpai, Tawan sedang sibuk mengelas. Ia menjalankan pagar dan alat konstruksi lain yang terkait dengan bangunan. Bunyi desingan dan percikan api dari mesin las terdengar riuh dari halaman depan bengkel. Pesanan masih terus datang mengalir padanya.

Siapa sangka, enam bulan lalu, bengkel itu sempat sepi. Ia tidak sanggup menjalankan orderan sebab lengan kirinya tidak sanggup digerakkan. Tetapi, dengan ambisi besi, ia berjuang membikin sebuah alat rakitan robotik yang digerakkan via otak, untuk mengembalikan fungsi lengan kirinya.

“Sedangkan tangan aku lumpuh, namun aku nggak ingin terbatasi dengan itu. Demi keluarga dan buah hati-buah hati aku mesti konsisten berprofesi,” tuturnya penuh motivasi.

Pria berkulit sawo matang ini menegaskan, kelumpuhan tak akan pernah mengendalikan kegiatan dan ruang geraknya. Motivasi untuk keluar dari keterbatasan jasmani sekarang terbayar. Tawan sanggup menuntaskan tangan robotnya dalam waktu dua bulan, lengan robot buatannya berfungsi normal dan dianggap sanggup menolong performanya sebagai tukang las dengan menggunakan mesin las berkualitas.

This entry was posted in TEKNOLOGI. Bookmark the permalink.