Pengajaran Dituntut Hasilkan Generasi Emas

International School In Jakarta – Pengajaran Indonesia dituntut mewujudkan generasi emas yang kuat secara moral, pikiran, badan. Tujuan ini dapat diciptakan dengan menasehati pengajaran di rumah dan sekolah serasi dengan sila-sila Pancasila. Di samping itu, dunia pengajaran Indonesia seharusnya mewujudkan generasi bangsa yang moderat.

Hal itu disuarakan Dr Faizah Ali Syibromalisi dalam acara Konferensi Internasional Studi Islam atau Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) 2017 di ICE BSD Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (21/11). Pembicara dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu memperkenalkan, tak gampang merealisasikan generasi emas yang tangguh secara moral, pikiran dan jasmani. Peran keluarga dalam hal itu dievaluasi amat besar.

Faizah menambahkan, penguatan karakter si kecil akan mewujudkan output generasi yang kuat menghadapi beraneka ancaman kepada negara. Sehingga, mereka dengan sendirinya menjadi penjaga Tanah Airnya. Tetapi demikian, dalam cara kerjanya tidak jarang orang tua menghadapi beraneka tantangan.

“Salah satu tantangan keluarga merupakan kegiatan ibu di luar rumah. Hal ini ikut serta memberi pengaruh kepribadian si kecil. Keperluan si kecil bukan cuma materi, melainkan juga nonmateri termasuk pengajaran,” ujarnya.

Kekerabatan si kecil dengan lingkungan sekitar, bacaan, artikel, dan lain-lain lanjutnya, menjadi dasar penyusunan kepribadian si kecil. Tantangan lainnya merupakan kemajan teknologi seperti alat-alat komunikasi dan lain-lain. Faizah mengatakan, teknologi ibarat dua mata pisau yang dapat membawa manfaat atau musibah, karena di dalamnya terdapa hal-hal yang terlarang, seperti pembelajaran mengenai terorisme, narkoba, seks bebas, dan lain-lain.

 

Dikenal, pembicaraan ini yakni rangkaian acara International Islamic Education Exhibition (IIEE) atau Pameran Pengajaran Islam Internasional 2017 yang dikerjakan Direktorat Pedidikan Islam Kemenag. Kecuali pembicaraan dan seminar, IIEE juga diisi sejumlah rencana, di antaranya Deklarasi Jakarta, Apresiasi Pengajaran Islam (API), Anugrah Guru Madrasah Berpestasi (Gupres), Seminar Internasional perihal Studi Pesantren, Persaingan Robotik Madrasah, dan Panggung Dongeng Islami PAI. Rencananya, acara pembukaan malam ini (21/1) bakal dibuka Wakil Presiden Jusuf Kalla dan dihadiri 4.000 peserta. – International School Jakarta

This entry was posted in Pendidikan. Bookmark the permalink.