72 Tahun Indonesia Merdeka, Bagaimana Nasib Keamanan Siber Di Negeri Ini?

 

Indonesia Cyber Security – Sebagaimana dikenal bahwa ketika ini hampir segala negara besar yang ada di dunia sedang sibuk meningkatkan persiapan mereka kepada beraneka tantangan teknologi yang mengancam keamanan negara via penyerangan secara cyber. Tidak terkecuali dengan negara kita Indonesia.

 

Hal ini juga disambut bagus oleh para spesialis keamanan siber yang ada di Indonesia, seiring dengan pernyataan presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengungkapkan akan meningkatkan pengamanan siber di Indonesia. Tidak cuma itu saja, dalam sebagian peluang lainnya presiden juga mengatakan bahwa Indonesia ketika ini telah menjelang umur yang ke 72 tahun, dan berharap tak berharap juga seharusnya siap dalam menghadapi tantangan global apalagi dari kemajuan teknologi.

 

“Tantangan serius bagi pemerintah ialah mengamankan segala infrastruktur strategis, secara khusus dari segi keamanan siber. Serangan wannacry dan NoPetya sebagian ketika lalu memang tak massif menghantam Tanah Air, tetapi mengamati sebagian negara eropa yang sempat lumpuh memang telah patut kita waspada,” ujar salah seorang spesialis keamanan siber, Pratama Pershada.

 

Lebih lanjut, Pratama yang juga sekalian eks pejabat dari Institusi Sandi Negara ini mengatakan bahwa salah satu profesi terbesar ketika ini bagi Indonesia dalam hal pengamanan siber ialah mengontrol standar keamanan yang terang. Standar keamanan hal yang demikian bukan cuma soal infrastruktur pemerintah ataupun swasta, akan namun dapat dikatakan secara menyeluruh termasuk dalam hal mengontrol aturan tataran teknis.

 

Masih Ada Profesi Lainnya..

Kecuali membangun standar untuk keamanan siber di Indonesia, kecuali itu Pemerintah juga seharusnya dapat menghasilkan banyak aplikasi lokal supaya tidak keok saing secara global. Sebab berdasarkan Pratama, hal-hal seperti ini dapat menjadi salah satu pondasi utama dalam menghasilkan sebuah ranah kedaulatan info, sampai akibatnya tak tergantung terhadap buatan asing.

 

“Ketergantungan kita pada aplikasi asing masih betul-betul besar, ini terang PR yang tak gampang bagi pemerintah. Aplikasi lokal telah ada, tinggal dukungan dari pemerintah. SDM kita di luar negeri melimpah, sekiranya dioptimalkan akan betul-betul luar awam akibatnya,” tambah Pratama.

 

Dilain hal, Pratama juga mempunyai keinginan yang tinggi kepada lahirnya Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Cyber Defence, Kemhan Cyber Crime Polri, serta Deputi Siber Badan Intelijen Negara (BIN), sehingga pemerintah dapat lebih banyak menerima usulan, sehingga lebih gampang mewujudkan sebuah kebijakan berhubungan keamanan siber di tanah air.

 

Kecuali itu, nantinya juga akan diadakan Indonesia Cyber Security Summit atau event Cyber Security Indonesia 2017 yang nantinya akan diadakan di Jakarta Convention Center guna menyokong program pemerintah dalam merespons informasi kemanan cyber di Indonesia.

 

Acara yang akan diadakan pada tanggal 06-07 Desember 2017 ini, nantinya akan dihadiri oleh banyak praktisi, profesional, serta para pemodal yang siap membangun keamanan siber Indonesia menjadi lebih bagus lagi.

 

Untuk info dan registrasi, silahkan kunjungi
www.cybersecurityindo.com

 

This entry was posted in TEKNOLOGI. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *